Tim Persiapan Akreditasi Gelar Finalisasi Borang Akreditasi UIN Maliki Malang

Prof. Dr. Ir. Mursalim Saat mereview borang APT UIN Maliki Malang di Hotel Agrowisata Batu

LPM UIN Malang – Menjelang pengiriman instrument borang akreditasi perguruan tinggi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang seluruh tim inti persiapan akreditasi semakin gencar untuk merevisi dan menyempurnakan borang akreditasi. Kegiatan review ini merupakan kegiatan yang ke 5 dengan menghadirkan narasumber yang berbeda dan kompeten di bidang akreditasi institusi. Pada review finalisasi borang akreditasi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang dilakukan selama 3 hari (29-31/18) di Hotel Kusuma Agrowisata Batu mengundang narasumber pakar Prof. Dr. Ir. Mursalim, M.Si dari Universitas Hasannudin, Makassar.

Review yang juga dihadiri oleh Rektor dan Wakil rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini menuai banyak apresiasi yang dapat menambah semangat tim untuk lebih giat dalam mempersiapkan borang akreditasi. Review finalisasi borang akreditasi UIN Maliki Malang selain review juga mengagendakan hasil perwajahan borang yang sudah diselaraskan dari beberapa tim penulis. Hal ini dibenarkan oleh Helmi Syaifuddin selaku sekretaris LPM dan penyusun borang bahwa “target yang kami harapkan dari kegiatan finalisasi borang ini adalah borang yang benar-benar final, artinya borang yang sudah dikonfirmasi oleh masing-masing pemegang data dan sudah diselaraskan model penulisannya” tegasnya usai penutupan kegiatan.

Narasumber Prof. Mursalim mengapresiasi kegiatan yang sudah mengundang dirinya kepada semua tim yang hadir dari awal hingga akhir kegiatan untuk sama-sama belajar mempersiapkan akreditasi dengan baik di UIN Maliki Malang. Mursalim yang juga di kenal sebagai salah satu guru besar UNHAS menegaskan bahwa “UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sudah sepatutnya untuk bisa tetap mempertahankan predikat A, yang sejak tahun 2013 di raih. Namun perlu di waspadai juga mekanisme dan pengumpulan data borang sudah berbeda untuk setiap tahun, sehingga butuh dipersiapakan semaksimal mungkin, baik dari segi data dan kenyataan di lapangan” Pungkasnya. (red.ms)

Written by