MIU Login

Jemput Bola, LPM UIN Maliki Mulai Sosialisasikan Aplikasi Serdos 2026

MALANG – Langkah cepat dan responsif terus ditunjukkan oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam mengawal pengembangan karir para akademisinya. Mengambil langkah jemput bola, LPM UIN Maliki resmi menggelar agenda sosialisasi dan bimbingan teknis (bimtek) pengisian Aplikasi Sertifikasi Dosen (Serdos) 2026 pada Kamis (6/8/2026).

Bertempat di ruang meeting LPM, kegiatan ini dihadiri oleh 49 dosen UIN Maliki Malang yang telah dinyatakan eligible dan berhak mengajukan sertifikasi dosen pada periode tahun ini.

Agenda penting ini dibuka secara langsung oleh Sekretaris LPM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Abdul Basith, M.Si. Turut mendampingi dalam pembukaan tersebut Kapus Audit dan Pengendalian Mutu, Dr. Sigit Priatmoko, M.Pd., dan Barianto Nurasri Sudarmawan, M.E.

Dalam sambutannya, Prof. Abdul Basith menekankan bahwa sosialisasi ini merupakan langkah awal yang penting untuk membekali para peserta sebelum dinilai oleh asesor. Menurutnya, pemahaman teknis terhadap sistem menjadi kunci utama kelulusan para dosen.

“Kegiatan ini kami rancang untuk memberikan gambaran secara teknis kepada para peserta Serdos 2026 agar tidak ada kesalahan dalam mengunggah maupun menginput data pada aplikasi yang telah disediakan oleh Dirjen Pendis Kemenag RI,” ujar Basith di hadapan para peserta.

Ia juga menegaskan agar seluruh dosen bersikap teliti dan tidak meremehkan persyaratan administrasi. Setiap detail dokumen dan kelengkapan data yang diminta oleh sistem harus dipenuhi secara presisi. Kesalahan kecil dalam pengisian data berpotensi fatal, mulai dari penolakan otomatis oleh sistem hingga pengurangan poin oleh asesor penilai.

Meski begitu, para dosen diimbau untuk tidak berkecil hati. Sistem aplikasi Serdos besutan Dirjen Pendis Kemenag RI saat ini telah dirancang secara modern dan ramah pengguna (user-friendly). Interface aplikasi telah disesuaikan untuk mempermudah navigasi, baik bagi dosen pengusul, pengelola di tingkat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), maupun para asesor penilai.

“Sistemnya sangat transparan dan dapat dipantau secara real-time dalam aplikasi. Jika ada kesalahan atau ketidaksesuaian data, sistem akan langsung menampilkannya di halaman pengguna sehingga bisa segera diperbaiki,” imbuhnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi pemaparan teknis yang disampaikan langsung oleh Dr. Sigit Priatmoko, M.Pd. Dengan mendetail, Sigit mengupas tuntas fitur-fitur yang ada di dalam aplikasi, simulasi pengisian portofolio, hingga membedah batasan alur kerja bagi dosen maupun pengelola di tingkat perguruan tinggi.

Atmosfer ruang meeting LPM makin hidup saat memasuki sesi akhir. Agenda ditutup dengan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif antara peserta dengan tim LPM UIN Maliki Malang. Berbagai kendala teknis dan pertanyaan seputar kelengkapan dokumen dikupas tuntas untuk memastikan seluruh peserta siap mengunggah berkas mereka tanpa hambatan.

Melalui pendampingan intensif ini, LPM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap seluruh dosen yang eligible dapat melangkah mulus meraih predikat dosen tersertifikasi di tahun 2026.

Berita Terkait