19 Oct 2020

4 Program Studi UIN Maliki Malang Jalani Visitasi Daring AUN-QA

Malang – Sebanyak 4 program studi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang jalani visitasi daring oleh ASEAN University Network Quality Assurance (AUN-QA), Senin (19/10/2020). Visitasi daring sertifikasi internasional program studi di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini merupakan kali pertama dilakukan setalah akhirnya pihak AUN-QA memutuskan untuk melakukan visitasi secara daring akibat dampak pandemi Covid-19 yang berkepanjangan.

Keempat program studi UIN Maliki yang berhasil terjadwal dalam visitasi ini adalah program studi Manajemen, Biologi, Hukum Keluarga Islam dan Bahasa dan Sastra Arab. Sebelumnya 4 program studi tersebut telah melakukan pengiriman Self Assesment Report (SAR) ke pihak AUN-QA sejak tahun 2018 yang saat itu juga berbarengan dengan kegiatan persiapan re-akreditasi Universitas oleh BAN-PT. Namun karena terdapat beberapa dokumen yang masih membutuhkan verifikasi oleh pihak AUN-QA akhirnya, 4 prodi tersebut harus melakukan revisi dan wajib mengirimkan SAR sesuai dengan ketentuan waktu yang diberikan.

Prodi Bahasa dan Sastra Arab Persiapan Dilakukan Visitasi Daring oleh Asesor AUN-QA, Malang (19/10/20)

Visitasi daring yang direncanakan tersebut dipersiapkan dengan standar yang sangat tinggi dari mulai penggunaan sambungan jaringan internet Wifi, operasional aplikasi Zoom Meeting, kualitas camera yang digunakan dan beberapa orang yang terlibat sesuai kebutuhan visitasi. Abdul Malik Karim Amrullah selaku ketua LPM UIN Maliki Malang menyebutkan “visitasi daring oleh AUN-QA ini memang cukup membutuhkan perhatian tersendiri, banyak persiapan teknis daring dan lebih detil daripada visitasi yang dilakukan secara langsung melalui kunjungan” terangnya.

Visitasi daring oleh AUN-QA yang dijadwalkan akan berlangsung selama 5 hari, terhitung pada tanggal 19 sampai dengan 23 Oktober 2020 di 4 program studi. Mekanisme menggunakan aplikasi zoom meeting yang telah ditentukan oleh pihak AUN-QA dengan 8 assesor yang berasal dari 4 Negara, diantaranya; Prof. Ir. Dr. Shahrir Abdullah, Prem Anand dan Prof. Dato’ Ir. Dr. Riza Atiq Abdullah bin O.K.Rahmat (Malaysia), Prof. Dr. Clarita Carillo, Assoc. Prof. Dr. Robert Roleda dan Dr. Marlene M. De Leon (Philippines), Assoc. Prof. Dr. Vongdeuan OSAY (Laos), dan Asst. Prof. Nimit Mengveha (Thailand). Red/ms