Malang – Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang semakin serius mendorong Program Studi di kancah global. Langkah besar ini dibuktikan melalui rapat koordinasi strategis yang digelar oleh Wakil Rektor Bidang Akademik pada Senin, 4 April 2026. Bertempat di Ruang Meeting LPM Lantai 4. Kampus berlogo ulul albab ini resmi menetapkan target ambisius 24 program studi (prodi) siap meluncur menuju akreditasi internasional tahun 2026.
Ada dinamika menarik dalam pertemuan tersebut. Jika pada rencana awal hanya 15 prodi yang diproyeksikan untuk go international, hasil evaluasi mendalam dalam rapat kali ini justru menambah daftar tersebut secara signifikan.
“Berdasarkan kesiapan data dan komitmen tiap fakultas, kita sepakat menetapkan 24 program studi untuk diusulkan dalam akreditasi internasional tahun 2026 ini,” ungkap Basri selaku wakil rektor bidang akademik.
Keputusan ini disambut positif oleh jajaran pimpinan universitas. Hadir dalam rapat tersebut Wakil Rektor Bidang Akademik, Drs. H. Basri, M.A., Ph.D, para Dekan dari berbagai fakultas, Kabiro AAKK, Kabag Umum, serta Ketua dan Tim LPM UIN Malang yang menjadi arsitek utama gerakan ini.
Sebagai jantung penjaminan mutu, LPM UIN Malang memegang peran sentral sebagai motor penggerak. Tugas tersebut bukan sekadar administratif, melainkan mengawal seluruh proses persiapan 24 prodi tersebut agar memenuhi standar ketat lembaga akreditasi atau sertifikasi internasional yang akan direncanakan.
Dalam arahannya, Basri menekankan bahwa akreditasi internasional bukan sekadar label, melainkan pembuktian bahwa kualitas pendidikan di UIN Malang telah sejajar dengan universitas ternama di dunia.
Guna menyukseskan target besar ini, para Dekan di lingkungan UIN Malang diinstruksikan untuk segera “tancap gas”. Ada dua pilar utama yang menjadi syarat mutlak dalam persiapan ini:
- Kurikulum OBE (Outcome-Based Education): Transformasi kurikulum yang berfokus pada capaian pembelajaran mahasiswa, bukan sekadar apa yang diajarkan di kelas.
- Digitalisasi Sistem: Penguatan ekosistem digital untuk mendukung efisiensi birokrasi, pembelajaran, hingga pendataan yang transparan dan akuntabel.
“Seluruh fakultas diprioritaskan untuk bersiap sesuai timeline yang disusun. Penyiapan dokumen kurikulum OBE dan integrasi sistem digital menjadi kunci utama agar kita siap saat visitasi nanti,” tegas ketua LPM.
Dengan ditetapkannya 24 prodi ini, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang optimis dapat mempercepat visi menjadi World Class University. Kerja keras ini diharapkan tidak hanya meningkatkan prestise kampus, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi lulusan agar memiliki daya saing tinggi di pasar kerja internasional. (red.ms)





